Saturday, August 20, 2011

IMPORTANT QUALITIES OF A GOOD TEACHER.

A student talk to his friend, “I don’t like the teacher. She is not fair. She only give attention to Rashid”. Then, his friend answer, “but I like her because she never give up to explain about the topic that we don’t understand”. This conversation is about pro and con about a teacher’s characters. What will happen if the teacher has both of the qualities that the students want? Of course the boys will satisfy on her. So, every teacher should have qualities of a good teacher.
            What are the qualities of a good teacher? There are many qualities of a good teacher. The first quality is work hard to make his or her student achieve a good result in exam. In other words, a good teacher will make sure that all the lessons that she or he taught to her or his students are understandable. As we know the main task of teachers at school is teaching. Is it only teaching? Of course it is not enough. If a teacher just deliver the notes without ensure that all the students understand about it, it will not make sense. Therefore, a teacher should not give up explaining many times when students did not understand about certain topic. If necessary, extra class can be made by the teacher as an initiative to make students understand and can memorize the lessons.
            Beside that, a teacher should be ready to be a mother or a father and a friend for the students. The teacher supposes to know her or his students background and get ready to listen to their problems. As a mother or a father, she or he needs to give advices to them, guide them toward virtue and motivate them to success in their life. Well, as a friend she or he should adapt to the students’ life. For example if the students are children, the teacher can play with them and share their interest to make them fun. If they are teenagers, the teacher can share about teenager’s issues and problems. For example, if the students have problem in friendship, the teacher can share the problem and give some advices. Therefore, if the students cannot do the task given by the teacher, the teacher can consider because of the conditions and problems of the students like poverty and family’s broken.
            A good teacher supposes to be fair with all the students. She or he should never give attention to only certain students. May be there are some students who very excellent in the subject that she or he taught and may be some of them are talkative and always praise the teacher. But that is not the reason why the teacher gives them special attendance. As a teacher, whatever the student’s responses, she or he should accept it positively. By that way, the teacher will able to know the students better. At the same time the teacher should not keep comparing the students to another student. If this happen, of course the teacher will not be liked by the students and the worst thing is it might be the source of quarreling between students.
            Since the teachers are always full of burden, ability to control the emotion is very important.  All the problems at home should be leaved behind when the teacher are at school. The teacher should not bring the bad mood or the sadness to the class because it will influence the appearance of the teacher and perspective of the students to the teacher. Some of the teachers are always get angry to students until embarrass the students without check the students’ mistake. It is not a good behavior of a teacher unless the students truly did a big mistake. When facing the naughty students, the teacher should maintain cool and be professional when her or his order did not obeyed by the students. Every action of a teacher should not follow her or his emotion. The rationality is the priority. In guiding students, there are many ways depend on the situation. Large or small punishment is depending to the case. For some reason, psychology approach may be useful in handling students.
            As the conclusion, every teacher should prepare herself or himself with many good qualities that supposed to be possessed by all the teachers. Since being a teacher need a lot of sacrifices and responsibilities, it makes this occupation noble and respected. With all the positive perspectives to this profession, teachers should maintain it by having the good qualities of a good teacher.    
         

PROSES PEMBENTUKAN KATA


1)      Definisi Pembentukan Kata:
Penghasilan kata dalam bahasa Melayu melalui proses pengimbuhan, pemajmukan, dan penggandaan.
2)      Pembahagian:
a)      Pengimbuhan
b)      Pemajmukan
c)      Penggandaan
3)      Proses Pengimbuhan
- Definisi: Proses yang menggandingkan imbuhan pada kata dasar untuk membentuk kata terbitan.
- Terdapat empat jenis imbuhan iaitu awalan, akhiran, apitan, dan sisipan. Imbuhan-imbuhan ini apabila digandingkan dengan kata dasar, membentuk kata terbitan daripada pelbagai golongan kata, iaitu kata nama, kata kerja, dan kata adjektif.
- Pengimbuhan boleh berlaku pada sejumlah kecil kata akar, misalnya ber-+ tapa (bertapa) dan  ke-+tawa (ketawa).
- Kebanyakan proses pengimbuhan berlaku pada kata dasar, yang menghasilkan kata terbitan.
- Kata terbitan yang dihasilkan oleh proses pengimbuhan boleh menjadi kata dasar bagi proses  pengimbuhan kali kedua. Misalnya, ter-+libat (terlibat). Terlibat + ke…an (keterlibatan).
- Imbuhan Awalan.
Ø  Contoh:
Pe….pelari             pem…. pembawa                     pen….pendakwah
Peng….penggubal              penge….pengebom                  pel….pelajar
- Imbuhan Akhiran.
Ø  Contoh:
-wan….angkasawan           -man….budiman           -wati….wirawati
-in….hadirin                       -at….muslimat  - ah….ustazah
            - Imbuhan Apitan
Ø  Contoh:
Me…kan  = melaporkan                men…kan  = mendapatkan      
Ber…kan  = bertemankan              di…kan  = dipamerkan
Ke…an  = kemalasan                     memper…kan  = memperbetulkan
- Imbuhan Sisipan
Ø  Contoh:
Tunjuk….telunjuk
Gilang….gemilang
Tulang….temulang
4)      Proses Pemajmukan
- Definisi: proses yang menggabungkan dua kata dasar atau lebih untuk menghasilkan satu bentuk kata yang membawa makna atau maksud tertentu.
- Makna gabungan kata ini berbeza daripada maksud asal kata tersebut.
- Kata majmuk tidak boleh menerima unsur penyisipan dalam binaannya dan mestilah dieja terpisah sebagai dua atau tiga kata.
- Terbahagi kepada tiga iaitu pemajmukan rangkai kata bebas, pemajmukan istilah khusus, dan pemajmukan bentuk kiasan.

                                i.            Pemajmukan Rangkai Kata Bebas
-         Definisi: percantuman kata-kata dasar daripada mana-mana golongan  kata dan percantuman ini membawa maksud baru kepada kata dasar tersebut.
-         Contoh:
Ø  Gambar + rajah = gambar rajah
Ø  Jalan + raya = jalan raya
Ø  Rumah + tangga = rumah tangga
Ø  Perdana + menteri = perdana menteri

                              ii.            Pemajmukan Istilah Khusus
-         Definisi: penggabungan kata-kata istilah yang berkaitan dengan bidang ilmiah.
-         Sama dengan pemajmukan rangkai kata bebas, cuma berbeza dari segi gabungan kata yang digunakan.
-         Contoh: peti suara, garis pusat, kanta sentuh, batu kapur, dan lesung sendi.
                            iii.            Pemajmukan Bentuk Kiasan
-         Penggabungan dua atau lebih kata untuk melahirkan maksud bahasa kiasan yang mempunyai makna menyindir atau mengata seseorang, misalnya peribahasa atau simpulan bahasa.
-         Merupakan gabungan kata-kata dasar tetapi mengandungi maksud yang berbeza daripada kata-kata dasar yang membentuknya.
-         Contoh: kaki ayam, kaki botol, buah tangan, muka tembok, berat tulang, dan telinga lintah.
- Pemajmukan boleh digandakan dan diberi imbuhan.
Ø  Penggandaan kata majmuk.
-         Unsur pertama kata majmuk sahaja yang digandakan sementara unsur kedua dikekalkan.
-         Contoh:
Alat tulis……alat-alat tulis
Jalan raya…..jalan-jalan raya
Garis pusat…..garis-garis pusat
              
Ø  Pengimbuhan kata majmuk
Awalan
-         Sekiranya imbuhan awalan bergabung dengan kata majmuk, kata pertama sahaja yang menerima awalan ini manakala kata kedua masih bebas.
-         Contoh: campur aduk....bercampur aduk, ambil alih....mengambil alih.

                                    Akhiran
-         Sekiranya imbuhan akhiran yang bercantum dengan kata majmuk, kata kedua sahaja yang menerima akhiran ini manakala kata pertama masig lagi bebas.
-         Contoh: daya serap……….daya serapan, garis rintang....garis rintangan.

                                     Apitan
-         Kata-kata majmuk yang menerima apitan dieja sebagai satu kata sahaja.
-         Contoh: satu padu....menyatupadukan, anak tiri....menganaktirikan.
5. Proses Penggandaan

- Ada tiga bentuk kata iaitu kata gandaan seluruh, kata gandaan separa, dan kata gandaan berentak.
Ø    Kata Gandaan Seluruh
- Gandaan seluruh ialah proses menggandakan seluruh kata dasar sama ada kata dasar tersebut berimbuhan ataupun tidak berimbuhan.
- Berlaku pada semua golongan kata, sama ada kata kerja, kata nama, kata adjektif atau kata tugas.
- Contoh:
labah....labah-labah                   Orang....orang-orang                Jari....jari-jari
Ø    Kata Gandaan Separa
- Sebahagian daripada kata dasar digandakan sama ada di depan atau di belakang kata dasar.
- Boleh berupa kata tunggal atau kata terbitan.
- Penggandaan kata dasar tunggal.
contoh:
 kura....kekura              labi....lelabi                  rambut....rerambut
- Penggandaan kata dasar terbitan tidak melibatkan pengulangan imbuhan sebaliknya hanya kata dasar tanpa imbuhan sahaja yang akan diulang. Ia melibatkan golongan kata adjektif dan kata kerja sahaja. Kata dasar boleh terletak di bahagian depan atau belakang.
Contoh: berlari….berlari-lari, mencari….mencari-cari, kasih….kasih-mengasihi.
Ø    Kata Gandaan Berentak
- Dasar kata digandakan mengikut rentak bunyi tertentu dalam kata dasar.
- Seluruh kata dasar digandakan dan bunyi-bunyi tertentu diulang atau mengalami perubahan.
- Ada tiga jenis pengulangan bunyi iaitu pengulangan vokal, pengulangan konsonan, dan pengulangan bebas.
§  Pengulangan vokal
-         Ciri-ciri vokal yang sama pada kata dasar akan diulang dalam kata yang kedua. Misalnya vokal ui, au, ua, ia.
-         Contoh:
Kuih….kuih-muih               lauk….lauk-pauk                     
Suka…suka-duka              hina….hina-dina
§  Pengulangan Konsonan
-         Hanya konsonan sahaja yang mengalami pengulangan.
-         Contoh:
Gunung….gunung-ganang               bukit….bukit-bukau
Lintang….lintang-pukang                            mandi…mandi-manda
§  Pengulangan Bebas
-         Tidak mengandungi ciri-ciri persamaan pada bunyi vokal atau bunyi konsonan.
-         Contoh:
Lemah….lemah longlai                    tinggi….tinggi lampai
Gemuk…gemuk gedempol cerdik…cerdik pandai

POLITIKUS WATAN

Apa yang cuba dibangkitkan...
Apa yang cuba diperjuangkan...
Jika cuma hari ini wajah dipertontonkan...
Agar jawatan akan berkekalan...

Apa yang cuba dimajukan...
Apa yang cuba diberikan...
Jika lima tahun tiada perubahan...
Tidur berpalit dengan kemewahan...

Apa yang cuba difikirkan...
Apa yang cuba diselesaikan...
Kampung masih sepi kemudahan...
Kemiskinan masih berlarutan...

Wahai para politkus watan...
Jawatan bukan satu permainan...
Kemewahan bukan satu kebanggaan...
Undian bukan  sekadar kudapan...

Wahai para politikus watan...
Warnai baktimu dengan keikhlasan...
Sulamkan amanah dalam pekerjaan...
Kerana undian itu satu kepercayaan...


8.16 malam, 29 Februari 2008.